Emotional Intelligence in Leadership

Buku ini membahas banyak terkait bagaimana seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan emosional dalam memimpin suatu team. Ibarat pilot yang tidak aware dengan dirinya sendiri, dengan tujuan dan hal penting lainnya, pesawat itu akan jatuh. Sama halnya dengan organisasi atau kelompok harus memiliki pemimpin yang terlebih dahulu bisa memimpin dirinya sendiri sebelum pada akhirnya dapat memimpin orang lain. Hal ini juga bisa diibaratkan dengan, kita tidak bisa menuang dari gelas yang kosong, kita perlu mengisi ‘gelas’ dalam diri kita sebelum kita ‘mengisi’ gelas di sekitar kita. Kalian harus membaca buku ini ketika kalian ingin mencoba mengelola emosi lebih baik lagi. Ketika kalian ingin meningkatkan kebahagiaan dalam diri sendiri dan kebahagiaan orang-orang di sekitar Anda.

Kepemimpinan: Kekuatan Kecerdasan Emosional
Pengarang : Daniel Goleman
Buku terlaris #1, diterbitkan dan ditulis pada tahun 1995.

Apa itu Kecerdasan Emosional?

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi Anda sendiri, dan orang-orang di sekitar Anda. Bagi para pemimpin, memiliki kecerdasan emosional sangat penting untuk kesuksesan dalam suatu team. Ibarat semangkuk sup hangat yang memiliki resep tertentu, kecerdasan emosional juga memiliki ‘resep’ yang harus dimiliki seorang pemimpin.

Kesadaran diri

Ketika kita tahu bagaimana perasaan kita, dan kita tahu bagaimana emosi dan tindakan yang kita lakukan dapat memengaruhi orang-orang di sekitar kita juga. Kesadaran diri atau self awareness berarti Anda tahu apa kekuatan dan kelemahan Anda. Bagaimana untuk bisa menjadi pribadi yang aware dengan dirinya sendiri?

Regulasi diri

Regulasi diri adalah tentang tetap memegang kendali terhadap diri sendiri. Bagaimana kita bisa memahami nilai-nilai apa saja yang kita miliki pun dengan memiliki tanggung jawab dengan diri sendiri. Jika kita cenderung menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan, berhentilah. Buatlah komitmen untuk mengakui kesalahan dan menghadapi konsekuensinya, apa pun itu. Berlatih menjadi tenang – pada beberapa situasi challenging, berhati-hatilah dengan cara Anda bertindak.

Motivasi diri

Pemimpin yang memiliki motivasi diri bekerja secara konsisten menuju tujuan mereka, dan mereka memiliki standar yang sangat tinggi untuk kualitas pekerjaan mereka. Tips dalam memotivasi diri sendiri yakni tanyakan kembali mengapa kita melakukan sesuatu dengan alasan yang kuat, apapun tantangan yang kita hadapi tidak akan terlalu berarti.

Empati

Pemimpin dengan empati memiliki kemampuan untuk menempatkan diri dalam situasi orang lain. Mereka membantu mengembangkan orang-orang di tim mereka, memberikan umpan balik yang membangun, dan mendengarkan mereka yang membutuhkannya.

Keterampilan sosial

Pemimpin yang berhasil dengan baik dalam elemen keterampilan sosial kecerdasan emosional adalah komunikator yang hebat. Pemimpin yang memiliki keterampilan sosial yang baik juga pandai mengelola perubahan dan menyelesaikan konflik secara diplomatis.

‘’The key to influence is not logic. The key to getting your message to stick in the minds of your followers has nothing to do with rationality. If you want someone to remember you at a party, it has nothing to do with what you say.’’

Penulis Artikel:
Peralihan Pertiwi Idea Goesvita, Pendidikan Biologi Universitas Negeri Jakarta

Kode Konten: D119

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.